Gambar : Phintraco.com



Indonesia telah menjadi negara yang menerapkan teknologi 4th Generation sejak PT. Internux mengeluarkan merek dagang BOLT Super 4G pada 14 November 2013 silam (Wikipedia). Sejak era 4G datang di Indonesia, teknologi terasa berkembang begitu cepatnya. Lalu datang era 5G yang sudah mulai digunakan di beberapa negara. Bahkan beberapa negara maju telah mengadopsi teknologi 5G tersebut sejak lama seperti Korea Selatan yang telah mencapai 1 Juta pengguna pada tahun 2019 lalu (VOA Indonesia). Banyak pengembangan yang dapat dirasakan pada teknologi 5G, seperti Transfer Rate yang jauh lebih tinggi dan Latency yang lebih sedikit.

Sekarang kami akan membahas teknologi yang mungkin masih jauh di depan mata, namun sudah sangat hangat mulai diperbincangkan kehadirannya, yaitu adalah teknologi 6G. Mengapa perlu adanya 6G? Apa saja pengaplikasian 6G? mari kita mulai!



Kami akan memulainya berbasis pada jurnal yang telah dipublikasikan berjudul “6G Wireless Communication Systems: Applications, Requirements, Technologies, Challenges dan Research Directions”. Pada jurnal itu telah disebutkan kebutuhan dunia akan teknologi 6G pada tahun 2030 mendatang. Seiring dengan perkembangan teknologi, diperkirakan bahwa perkembangan traffic volume dimasa mendatang akan sebesar 5016 Exabyte/Month (Sekitar 10^18 byte), atau berkembang sekitar 670 kali bila dibandingkan dengan kebutuhan transfer volume pada tahun 2010. Berikut adalah perbandingan Sistem komunikasi 4G,5G dan 6G.


Dengan kemungkinan perkembangan yang sangat mengejutkan, membuat kita bertanya mengapa bisa berkembang sangat besar. Dikutip dari Tempo.com pada tahun 2018 pengguna smartphone di Indonesia memiliki 42% dari total penduduk yang pada tahun 2017 tercatat sebesar 260 juta. Itu artinya baru sekitar 109,2 juta penduduk Indonesia yang menggunakan Smartphone dan sisanya ada yang hanya memiliki ponsel biasa atau bahkan belum memiliki ponsel sama sekali. Jika nantinya seluruh penduduk Indonesia memakai Smartphone maka akan dapat diperkirakan pertumbukan pemakaian kuota internet yang terjadi di Indonesia akan lebih dari 2 kali lipat. Jadi bisa kita bayangkan bila hal ini terjadi di seluruh negara di dunia, maka kebutuhan teknologi 6G pada tahun 2030 akan sangat mendesak. Dalam jurnal yang telah kami sebutkan inilah perkiraan pengaplikasian teknologi 6G.

1. Super-Smart Society
Fitur 6G yang sangat superior akan mempercepat pembangunan masyarakat pintar yang mengarah pada peningkatan kualitas hidup, pemantauan lingkungan dan otomatisasi menggunakan komunikasi M2M (Machine to Machine) berbasis AI (Artificial Intelligence) dan pemanenan energy. Konektivitas 6G akan membuat masyarakat kita super pintar melalui penggunaan seluler pintar, kendaraan otonon dan sebagainya. Selain itu, banyak kota di dunia akan menggunakan taksi terbang berdasarkan teknologi wireless 6G. Rumah pintar akan menjadi kenyataan karena setiap perangkat di lokasi yang jauh akan dikendalikan dengan menggunakan perintah yang diberikan dari perangkat pintar.

2. Extended Reality
Extended Reality adalah teknologi gabungan antara Augmented Reality (AR), Mixed Reality (MR) dan Virtual Reality (VR). Selain menyediakan persepsi komputasi, kognisi, penyimpanan, indera manusia dan fisiologi, 6G akan memberikan pengalaman AR/MR/VR yang benar benar mendalam dengan integrase desain bersama dan konektivitas nirkabel 6G berkualitas tinggi. High data rate, low latency dan konektivitas wireless yang sangat andal yang disediakan dalam system 6G sangat penting untuk pengalaman XR.

3. Wireless brain-computer Interactions
Brain Computer Interface (BCI) adalah pendekatan untuk mengontrol peralatan yang digunakan setiap hari di masyarakat pintar, terutama peralatan yang digunakan di rumah dan dalam sistem medis. Ini adalah jalur komunikasi langsung antara otak dan perangkat eksternal. BCI memperoleh sinyal otak yang mentransmisikan ke perangkat digital dan menganalisis serta menafsirkan sinyal menjadi perintah atau tindakan lebih lanjut.

4. Haptic Communication
Komunikasi Haptik adalah cabang dari komunikasi nonverbal dimana menggunakan indra sentuhan. Teknologi 6G yang telah diusulkan akan mendukung komunikasi haptic. Pengguna jarak jauh akan dapat menikmati pengalaman haptic melalui system interaktif real-time.

5. Internet of Everything
IoE adalah integrase tanpa batas dan koordinasi otonom diantara sejumlah besar elemen dan sensor komputasi, objek atau perangkat, orang, proses dan data menggunakan infrastruktur internet. IoT umumnya tentang perangkat fisik atau objek dan berkomunikasi satu sama lain, namun IoE memperkenalkan kecerdasan jaringan untuk mengikat semua orang, data, proses dan objek fisik ke dalam satu sistem.


Sekian penjabaran dari teknologi yang akan berkembang bila Teknologi Telecommunication 6th Generation terealisasikan. Semoga Artikel ini dapat menambah wawasan kita bersama agar semakin melek Teknologi. Terimakasih.